Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare telah melaksanakan Seminar Internasional secara hybrid dirangkaikan dengan pembukaan SAFAR (Semarak Festival Bahasa Arab) 2026 di Ball Room Lab. Terpadu IAIN Parepare pada rabu pagi, 13 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara SAFAR 2026 dan turut dihadiri oleh dosen-dosen BSA, peserta dan panitia lainnya yang kurang lebih sebanyak 160an orang. Antusias para peserta terlihat sejak awal hingga memadatinya Ball Room Laboratorium. Metode hybrid dilakukan untuk memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai pihak, baik yang hadir secara langsung maupun daring.

Kegiatan ini menghadirkan 2 pemateri yang kompeten di bidang bahasa Arab. Pemateri pertama Dr. Han Han Ulumuddin Ismail, Lc., M.A merupakan doktor linguistik Arab lulusan Universitas Al-Azhar Kairo dengan fokus pada linguistik Arab, pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), serta kajian bahasa Al-Qur'an. Beliau juga aktif sebagai pemateri dalam beberapa seminar lainnya.
Beliau sebagai pemateri pertama dengan materinya Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan. Dalam materinya beliau menekankan pentingnya kebijaksanaan generasi sekarang dalam memanfaatkan teknologi AI. Menurutnya, AI sebaiknya hanya difungsikan sebagai media partner, bukan dijadikan acuan utama dalam pembelajaran. Hal ini beliau tegaskan melalui sebuah kalimat kritis yang langsung memancing respons dan diskusi hangat dari para peserta "Untuk apa saya susah-susah menghafal Alfiyyah kalau AI bisa meng-i'rab dalam 3 detik?" Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias sekaligus menjadi bahan renungan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Sementara itu, pemateri kedua Aksa Muhammad Nawawi, Lc. M.Hum dengan materinya tentang Urgensi Bahasa Arab dalam Ilmu-ilmu Islam. Beliau menegaskan bahwa bahasa Arab adalah kunci utama untuk memahami ilmu keislaman mulai dari tafsir, hadis, fiqh hingga aqidah. Melalui contoh langsung dari ayat-ayat Al-Qur'an, beliau menunjukkan bagaimana satu kata atau perbedaan i'rab dapat menghasilkan perbedaan hukum yang signifikan di kalangan ulama. Peserta tampak menyimak dengan seksama setiap poin yang disampaikan. Beliau menutup sesi dengan pembacaan nazam karya beliau sendiri yang disambut tepuk tangan meriah, mengajak seluruh peserta untuk bersungguh-sungguh mempelajari bahasa Arab sebagai kunci ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.

Melihat adanya respon baik dari berbagai peserta saat kegiatan seminar, Dr. Hamsa, M., Hum selaku ketua panitia kegiatan Safar berharap agar kegiatan ini kedepannya dilaksanakan secara rutin. “Kami berharap kedepannya Seminar Internasional ini menjadi agenda rutin yang bisa dilaksanakan lebih dari sekali setahun, kalau bisa dikegiatan lainnya juga”, harapnya.
Melalui Seminar Internasional dan SAFAR 2026, Program Studi BSA IAIN Parepare menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan dan kecintaan terhadap bahasa Arab di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang pesat.
Penulis : Reski Aulia
Perkuat Kemitraan Dengan Akademisi Universitas Al-Azhar Mesir, Prodi BSA IAIN Parepare Gelar Seminar Internasional