Skip to Content

Tingkatkan Maharah Kalam, Prodi BSA IAIN Parepare Gelar Pengabdian di Pesantren Zubdatul Asrar NU

August 10, 2026 by
muhammad wahbah

PAREPARE — Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif di Pondok Pesantren Zubdatul Asror Nahdlatul Ulama Lappa Angin Parepare. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini terhitung sejak tanggal 4 hingga 9 Agustus 2026, difokuskan pada peningkatan kemampuan percakapan bahasa Arab (maharah kalam/muhadasah) bagi para santri.

Sejak hari pertama, tim pengabdi mendapati bahwa para santri di Pesantren Zubdatul Asror NU telah memiliki fondasi bahasa Arab yang sangat solid. Kualitas pemahaman kaidah nahwu, sharaf, serta kemampuan membaca kitab kuning para santri tergolong luar biasa. Bekal dasar yang matang ini menjadi poin plus yang sangat memudahkan tim untuk melangkah ke tahap pengayaan, khususnya dalam mengasah keberanian dan kelancaran bertutur kata (kalam) sehari-hari.


Program pengabdian ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan santri yang sudah mahir secara teori dan kaidah, namun masih membutuhkan wadah untuk mengimplementasikannya dalam percakapan aktif. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif para pengajar dari kalangan mahasiswa prodi bahasa dan sastra ara, yaitu Fauzi Ihzan Hakim, Andi Muhammad Ibrahim, Riswan Efendi, dan Rayhan Hidayat. Bersama para dosen pembimbing, mereka menghadirkan berbagai metode praktis agar santri tidak hanya jago memahami teks, tetapi juga semakin mantap dan percaya diri saat berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.

Suasana proses pembelajaran berlangsung secara intensif dan terstruktur setiap harinya. Pada sesi pagi, kegiatan pembelajaran dipimpin langsung oleh Dr. Hamsah, M. Hum., yang memberikan penguatan materi dasar dan motivasi berbahasa. Selain itu, Ibu St. Fauziyah, S.S., M.Hum. juga turut serta dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan pengabdian melalui penyusunan materi, perencanaan dan persiapan kegiatan, serta penyiapan sarana dan berbagai kebutuhan pendukung untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan.


Adapun ungkapan langsung dari dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Ibu St. Fauziyah, S.S., M.Hum.: "Saya berharap pengabdian ini tidak sekadar menjadi program formalitas, melainkan memberi dampak nyata. Bagi santri, semoga ini melatih keberanian dan kebiasaan berbahasa Arab (mahārah al-kalām) melalui bī’ah lughawiyyah. Bagi mahasiswa, ini menjadi wadah mempraktikkan ilmu kuliah. Bagi dosen, ini adalah dorongan untuk terus berinovasi agar bahasa Arab tumbuh di masyarakat—sebab bahasa Arab adalah pintu utama memahami khazanah keilmuan Islam."


Suasana pelatihan berlangsung sangat meriah dan penuh antusiasme. Untuk mencegah kebosanan dan menjaga fokus santri, tim mahasiswa merancang metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Sesi materi diselingi dengan ice breaking, permainan teklek, serta nyanyian lagu-lagu berbahasa Arab. Pendekatan edukatif yang santai namun terarah ini terbukti membuat para santri merasa nyaman, gembira, dan dapat menyerap materi muhadasah dengan lebih optimal.

Di dalam ungkapan pimpinan Pondok Pesantren Zubdatul Asror yang juga Rektor IAIN Parepare Periode 2022 - 2026, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., beliau menyebutkan: "Kegiatan pembelajaran bahasa yang seperti inilah yang semestinya diperbanyak di berbagai pondok pesantren", ujarnya. Beliau menegaskan bahwa belajar dengan giat merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh santri-santri maupun mahasiswa sekalipun. Beliau menambahkan: "Bagaimana kita dapat mengubah peradaban jika anak santri maupun generasi kita masih bermalas-malasan dalam belajar." Begitulah ungkapan beliau dalam arahannya.


Sementara itu, salah satu pembina dari Pondok Pesantren Zubdatul Asror ustadz Kholiq menyebutkan, "Pengabdian yang dilakukan oleh rekan-rekan dan kakak-kakak dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab ini sangat bermanfaat. Kontribusinya begitu besar terhadap kemajuan para santri di sini, khususnya dalam meningkatkan Maharatul Kalam (keterampilan berbicara). Kami berharap kegiatan pengabdian seperti ini dapat terus berlanjut dan diterapkan ke depannya. Pihak pondok pesantren dan pembina sangat berharap program ini menjadi agenda rutin, sehingga kemampuan bahasa Arab para santri di pesantren dapat semakin mumpuni.

Selain itu, kegiatan ini memberikan motivasi yang sangat baik bagi para santri sebagai generasi pencinta bahasa Arab."

Harapan besar kami untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilangsungkan oleh Program Studi Bahasa Arab ini adalah agar kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terus berlanjut. Kami juga berharap pengabdian ini bisa lebih dikembangkan lagi. Dengan adanya kegiatan ini, penguasaan bahasa Arab di dunia pesantren diharapkan menjadi motivasi sekaligus sarana utama dalam mendalami berbagai cabang ilmu.


Kegiatan pengabdian ditutup dengan sesi praktik percakapan mandiri dan unjuk kebolehan berbahasa Arab oleh para santri. Pihak pengasuh pesantren, para dosen, serta mahasiswa berharap sinergi selama lima hari ini mampu memberikan dampak berkelanjutan, sehingga para santri Zubdatul Asror NU semakin terbiasa menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi aktif di lingkungan pesantren.

in News
muhammad wahbah August 10, 2026
Share this post
Tags
Our blogs
Archive